Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Dan Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan Dan Penyakit. Tampilkan semua postingan

Berikut Jenis Jenis Penyakit Kulit Pada Anjing


Penyakit kulit pada anjing akan sangat menyiksa si anjing karena nyeri dan gatal pada daerah tertentu.
Beberapa penyakit anjing akan menjadi fatal bila didiamkan saja, setelah mengetahui bahwa anjing mengidap penyakit kulit, segera dibawa kedokter hewan terpecaya.
Penyakit kulit pada anjing bukanlah hal sepele, bila didiamkan penyakit akan tambah menjalar keseluruh tubuh anjing beberapa bisa berakhir dengan amputasi.
Walau adapula yang tidak fatal namun tetap harus diawasi lebih lanjut.
Jadi tangani penyakit apapun pada anjing anda sedetail mungkin.


Allergic Dermatitis / Infeksi Kulit


Anjing dapat memiliki reaksi alergi terhadap produk grooming, makanan dan iritasi akibat lingkungan seperti serbuk sari pada bunga atau gigitan serangga. 
Anjing yang alergi bisa menggaruk tanpa henti dan menyebabkan kulit menjadi infeksi. 
Korticosteroid bisa membantu mengatasi gatal pada luka, namun yang paling efektif adalah mengidentifikasi dan menghindari pencetus alergi pada anjing.

Infeksi Jamur





















Jika anjing anda kelihatannya tidak bisa berhenti menggaruk telinga atau menjilati jari-jari kakinya, maka mintalah dokter hewan anda untuk memeriksa apakah ada infeksi jamur. 
Gejalanya termasuk iritasi, gatal atau kulit berubah warna. 
Infeksi ini biasanya menyerang telapak kaki atau telinga, dimana jamur memiliki tempat yang nyaman untuk tumbuh. 
Infeksi jamur mudah untuk dikenali dan kebanyakan bisa diatasi dengan krim Topical.
Dalam beberapa kasus, dokter hewan mungkin akan meresepkan obat oral atau obat mandi.

Folliculitis



Superficial bacterial folliculitis adalah infeksi yang menyebabkan luka, benjolan dan koreng pada kulit.
Kelainan kulit ini mudah dilihat pada jenis anjing berbulu pendek/short-hair. 
Pada anjing berbulu panjang/long-hair, gejala yang paling jelas adalah bulu yang kusam dan rontok dengan bagian bawah kulit yang kasar. 
Folliculitis sering terjadi bersamaan dengan masalah kulit lainnya seperti mange/kudis, alergi atau luka. Pengobatannya bisa dengan oral antibiotic dan salep atau shampoo antibakteri.

Impetigo



Tipe lain infeksi bakteri, Impetigo adalah yang paling umum terjadi pada anak anjing. 
Infeksi ini menyebabkan ada gelembung berisi nanah yang bisa pecah dan berkerak. 
Gelembung ini biasanya tumbuh pada bagian perut yang tidak berbulu. Impetigo tidak begitu serius (jarang sekali yang menjadi serius) dan bisa diobati dengan larutan topical. 
Dalam sejumlah kasus kecil, infeksi bisa menyebar atau bertahan.

Seborrhea



Seborrhea menyebabkan kulit anjing menjadi berminyak dan menumbuhkan ketombe. 
Pada beberapa kasus, ini adalah penyakit genetik yang dimulai sejak anjing masih muda dan berlangsung seumur hidupnya. 
Namun, sebagian besar anjing dengan seborrhea, menumbuhkan ketombe sebagai komplikasi dari masalah medis lainnya, seperti alergi atau kelainan hormon. 
Pada kasus ini, sangat penting untuk mengobati penyebabnya sehingga tidak akan terulang lagi.

Ringworm



Walaupun namanya menggunakan kata “cacing/worm”, penyakit ini bukan disebabkan oleh cacing tetapi oleh jamur. 
Istilah “ring” berasal dari bercak melingkar yang dapat membentuk di mana saja, namun sering kali ditemukan pada kepala, telapak kaki, telinga dan kaki depan anjing. 
Peradangan, bercak kasar dan bulu rontok sering mengelilingi bagian infeksi. 
Puppies yang berumur kurang dari satu tahun adalah yang paling rentan dan infeksi ini bisa menular dengan cepat di antara anjing.

Alopecia / Bulu Rontok



Siapapun yang memiliki anjing di rumah, tahu bahwa buluanjing bisa rontok. 
Besarnya kerontokan tergantung pada jenis anjing, umur dan lingkungan. 
Namun, kadang-kadang stress, nutrisi buruk, atau sakit bisa menyebabkan bulu anjing rontok lebih dari biasanya. 
Jika ada kerontokan yang abnormal atau berlebihan selama lebih dari satu minggu atau anda menemukan ada bagian yang botak, hubungi dokter hewan segera.

Mange / Kurap



Mange adalah gangguan kulit yang disebabkan oleh parasit kecil disebut tungau/mites. 
Sarcoptic Mange atau dikenal juga dengan canine scabies/kurap anjing, mudah menular di antara anjing dan juga dapat ditularkan ke manusia, namun parasit tidak dapat bertahan dalam tubuh manusia. 
Gejalanya adalah rasa gatal terus menerus, kulit merah, luka dan rambut rontok. 
Daerah yang paling sering terinfeksi adalah Telinga, muka dan kaki. 
Demodectic Mange bisa menyebabkan botak, koreng dan luka, tetapi tidak menular antara hewan atau manusia. 
Pengobatannya tergantung pada jenis mange itu sendiri.

Changing Color / Perubahan Warna Kulit




Perubahan warna atau tekstur bulu pada kulit anjing bisa menjadi tanda peringatan adanya beberapa masalah umum pada metabolisme atau hormon. 
Pastikan untuk menanyakan dokter hewan anda mengenai perubahan yang signifikan pada bulu anjing anda.

Acral Lick Granuloma



Juga disebut sebagai acral lick dermatitis, adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh jilatan anjing pada satu area tanpa henti atau berlebihan. 
Paling sering terjadi pada bagian depan bawah kaki. 
Area ini sulit untuk sembuh dan menyebabkan luka serta gatal yang bisa menyebabkan anjing terus menjilati spot/area yang sama. 
Pengobatan dengan mencari cara bagaimana menahan agar anjing tidak terus menjilat, bisa dengan menggunakan topical solution atau Elizabeth collar.

Tumor Kulit



Jika anda menemukan benjolan keras pada kulit anjing anda, segera periksakan ke dokter hewan. 
Anjing bisa mengembangkan tumor ganas dalam kulit mereka. 
Satu-satunya cara adalah untuk memastikan adanya kanker adalah dengan membiopsi tumor. 
Jika benjolan tersebut cukup kecil, dokter hewan mungkin akan menyarankan untuk mengeluarkan seluruhnya. 
Untuk tumor yang belum menyebar, ini mungkin satu-satunya pengobatan yang dibutuhkan.

Immune Disorders / Gangguan Kekebalan Tubuh



Dalam sedikit kasus, luka atau infeksi kulit yang tidak bisa sembuh bisa menunjukkan adanya gangguan kekebalan tubuh pada anjing. 
Salah satu yang paling dikenal adalah Lupus, sebuah penyakit yang menyerang anjing dan manusia. 
Lupus adalah sebuah gangguan autoimun yang berarti sistem kekebalan tubuh melawan/ menyerang selnya sendiri. 
Gejalanya termasuk kelainan kulit dan masalah ginjal. Hal ini bisa berakibat fatal jika tidak diobati.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

8 Faktor Yang Menyebabkan Anjing Anda Diare

Diare termasuk salah satu gangguan saluran pencernaan yang paling sering ditemui pemilik hewan. 
Diare sendiri bukanlah merupakan penyakit, melainkan suatu gejala yang dengan adanya penyakit maupun gangguan pada tubuh. Normalnya, anjing dewasa defekasi sekali sehari bila diberi makan satu sampai dua kali sehari. Perubahan baik berupa peningkatan frekuensi defekasi, volume maupun konsistensi feses mulai dari yang lembek hingga cair serta dapat disertai dengan ada tidaknya perubahan warna feses merupakan gejala umum diare. Meskipun diare mudah dikenali, namun untuk mengetahui penyebab dan penanganannya cukup kompleks karena banyak faktor yang mempengaruhi eksistensi fungsi di saluran pencernaan tersebut. 

Berikut Faktor-Faktor Diare Pada Anjing:

1. Diet

Diare yang disebabkan faktor diet ini bisa berupa penggantian makanan secara tiba-tiba (mendadak), overeating (porsi makanan terlalu banyak), intoleransi makanan, adanya benda asing yang tidak dapat tercerna misalnya rumput maupun sumber makanan yang tidak bersih misalnya dari sampah. 

Penggantian makanan secara tiba-tiba dapat menyebabkan gangguan keseimbangan flora normal dalam saluran intestinal sehingga sebaiknya penggantian makanan perlu dilakukan secara bertahap dengan mencampur bagian makanan lama dengan makanan yang baru cukup dalam jangka waktu 1 minggu agar flora normal intestin dapat beradaptasi.

Anjing juga dapat mengalami intoleransi terhadap suatu zat maupun unsur kandungan tertentu dari makanan yang juga dipengaruhi oleh perbedaan sensitivitas individual. Salah satunya yang sering terjadi terutama pada anak anjing adalah lactose intolerance yaitu laktosa susu tidak dapat dicerna karena kekurangan enzyme lactase. Akibatnya terjadi penumpukan laktosa di usus dan memicu fermentasi mikroba berlebih yang berdampak pada diare osmotik. Penanganan yang dapat dilakukan adalah memberikan susu dengan kandungan laktosa yang sangat rendah. Selain itu anjing juga dapat mengalami intoleransi terhadap makanan yang spicy (banyak bumbu) dan berminyak yang biasanya terdapat pada jenis makanan rumahan.

Anjing yang memakan makanan yang kurang bersih seperti dari sampah selain dapat menyebabkan diare juga kadang disertai dengan gejala muntah. Hal ini dikarenakan kemungkinan bakteri pembusuk maupun toksin dalam makanan sampah yang dapat mengiritasi mukosa saluran cerna. 

Kebiasaan anjing menggigit benda yang bertekstur keras maupun berserat dan bukan termasuk makanan lebih dikarenakan oleh behaviour mereka yang memang "menyukai" hal tersebut. Bahkan anjing yang mengalami gangguan di perut dan merasa tidak nyaman umumnya terdorong untuk memakan sesuatu yang berserat seperti rumput yang tak lain merupakan salah satu cara mengalokasikan stress yang terjadi oleh rasa tidak nyaman tersebut. Namun rumput bersifat mengiritasi dan tidak dapat tercerna, sehingga dampaknya anjing dapat muntah dan lebih lanjut efeknya yang mengiritasi saluran cerna dapat menyebabkan diare. 

2. Parasit Intensial

Parasit intestinal pada anjing diantaranya cacing whipworms (cacing pipih  ), hookworms (cacing tambang) juga roundworms (cacing gilig). Diare yang terjadi disebabkan oleh obstruksi dan perlukaan mekanis oleh infestasi cacing pada mukosa epitel usus dan kadang disertai dengan darah. Pada infestasi yang parah dalam jangka panjang cacing juga dapat menimbulkan anemia, penurunan bobot badan, bulu kusam, daya tahan tubuh menurun, bahkan perforasi (lubang) dinding usus. Untuk itu sebaiknya anjing diberikan obat cacing secara berkala setiap 3 bulan sekali untuk pencegahan. 

3. Infeksi Bakteri Dan Protozoa

Protozoa dapat menimbulkan kerusakan sel-sel epitel usus karena berproliferasi secara intraseluler dan diantaranya yang sering menyerang anak anjing adalah giardia dan coccidia. Sedangkan penyebab diare oleh bakteri diantaranya E. coli, salmonella dan campylobacter. Keistimewaan bakteri selain menyebabkan kerusakan sel epitel usus sehingga terjadi malabsorpsi, juga dapat menyebabkan septikemia (peredaran bakteri patogen dalam pembuluh darah) serta dapat menghasilkan enterotoksin sebagai hasil buangan metabolismenya. Pada umumnya penularan bakteri maupun protozoa dapat terjadi melalui makanan yang tercemar disamping itu juga bersifat zoonosis (dapat menular pada manusia). 

4. Infeksi Virus

Yang paling sering ditemui dan biasanya bersifat fatal pada anak anjing yang belum divaksinasi adalah parvovirus dan coronavirus. Infeksi oleh virus ini menyebabkan diare berdarah akut disertai muntah dan dehidrasi parah. Berbeda dengan infeksi lain, virus bersifat contagious (sangat menular) dengan tingkat morbiditas (virulensi) dan mortalitas (kematian) tinggi terutama pada anak anjing. Pencegahan hanya bisa dengan vaksinasi yang dapat dimulai saat anak anjing memasuki usia 6-8 minggu. 

5. Obat Maupun Toksin

Obat tertentu dapat menyebabkan efek samping diare, diantaranya NSAID (non steroidal anti-inflammatory agent) seperti aspirin, anthelmentik (obat cacing), obat antikanker serta beberapa jenis antibiotik tergantung sensitivitas individual. Untuk toksin umumnya tidak hanya menimbulkan diare tapi juga muntah, bahkan untuk toksin golongan organophospate (insektisida) dapat disertai dengan gejala syaraf (kejang). 

6. Pancreatitis

Pankreas yang mengalami peradangan dapat menyebabkan gangguan produksi enzim pencernaan, sehingga ingesta dalam usus tidak dapat tercerna dengan baik. Kondisi ini mempengaruhi tidak hanya motilitas normal pergerakan ingesta tetapi juga perkembangan mikroflora pencernaan. Akibatnya dapat terjadi overgrowth (pertumbuhan mikroflora berlebih) yang memicu diare. Gejala yang ditimbulkan diantaranya rasa sakit daerah abdomen, steatorrhea (feses berlemak), bobot badan menurun serta umumnya diare yang terjadi bersifat kronis dan tidak disertai dengan darah maupun mucus (lendir).

7. Obstruksi Saluran Cerna

Obstruksi saluran cerna dapat disebabkan oleh adanya benda asing maupun penyempitan saluran cerna itu sendiri yang diakibatkan oleh berbagai faktor seperti torsio (perputaran) saluran cerna, intussuceptio (melipatnya bagian usus ke dalam bagian usus lain), abcess, tumor intestinal, maupun perlekatan saluran misalnya oleh karena trauma. Gejala yang ditimbulkan selain diare juga dapat disertai muntah, anoreksia (nafsu makan menurun), depresi serta sakit di sekitar abdomen. 

Untuk tumor intestinal biasanya sering terjadi di daerah rectum dan terminal colon serta umumnya dijumpai pada anjing tua. Tumor itu sendiri memiliki bermacam tipe, namun yang paling ganas diantaranya adenocarcinoma dan lymphosarcoma. Gejala yang ditimbulkan seiring dengan perkembangan tumor, yaitu diare kronis, bobot badan menurun, nafsu makan rendah, muntah dan feses berwarna hitam (akibat darah yang bercampur dengan hcl lambung di saluran cerna). 

8. Inflammaotory Bowel Disease ( IBD )

Terjadinya IBD atau yang lebih dikenal dengan peradangan di saluran cerna diduga oleh adanya peranan berbagai faktor seperti nutrisi, bakteri, genetik dan sistem imun yang menyebabkan reaksi hypersensitif sehingga terjadi gangguan permeabilitas dan lesion (luka) jaringan mukosa dan akhirnya berdampak pada terjadinya diare kronis.  

Selain faktor penyebab, anda juga perlu mengenali durasi diare pada anjing yang dapat dibedakan menjadi 2 kategori, yakni diare yang bersifat akut dan kronis. Diare akut umumnya terjadi tiba-tiba dan berlangsung dalam durasi yang pendek hingga 1-2 minggu. Sedangkan bila diare terjadi secara persisten (lebih dari 3 minggu) atau memiliki sejarah berulang maka dapat dikategorikan sebagai diare kronis. 

Saat anjing anda mengalami diare akut ringan namun kondisinya tetap lincah dengan nafsu makan yang baik dan tanpa disertai gejala klinis lain maka kemungkinan diare yang terjadi lebih disebabkan dari faktor diet. Meskipun demikian baik diare yang bersifat akut maupun kronis tetap memerlukan perhatian khusus bila disertai dengan adanya gejala lain seperti nafsu makan yang berkurang, muntah, demam, lemas, mukosa pucat, diare disertai adanya darah maupun lendir, rasa sakit pada bagian abdomen dan lain sebagainya. Pada kondisi ini sebaiknya anda segera memeriksakan hewan anda ke klinik hewan maupun dokter hewan setempat untuk mendapatkan penanganan segera dan pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya penyakit yang lebih serius.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengatasi & Penyebaran Flu Distemper Yang Mematikan Pada Anjing!!

Canine Distemper


Distemper anjing atau Canine Distemper merupakan penyakit virus yang sangat menular dan bersifat sistemik. Distemper mempunyai tingkat kematian yang sangat tinggi.. terutama pada anak anjing Puppy }. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus Distemper Canine Distemper Virus = CVD }. Virus ini lebih suka menyerang dan mengakibatkan kematian pada hewan yang masih muda dibandingkan hewan yang sudah dewasa. Virus ini merupakan Airborne Disease yang menyerang organ RespirasiUrogenitalGastrointestinalNervus Opticus, dan Sistem Saraf Pusat. Canine Distemper Virus sangat resisten terhadap keadaan dingin dan sebagian besar pada negara empat musim, biasanya virus ini menyerang pada musim gugur dan dingin. Semua bangsa dan umur anjing secara universal dapat terserang virus distemper ini. Anak anjing  berumur 3-6 bulan lebih rentan terkena infeksi dan mengalami gangguan yang lebih serius seperti peradangan pada paru-paru { Pneumonia }, dan peradangan akut pada otak { Encephalitis } jika dibandingkan dengan anjing dewasa. Anak anjing yang masih menyusui memiliki kemungkinan yang kecil terkena infeksi CDV karena masih memiliki kekebalan yang didapatkan dari susu kolostrum selama 8-24 jam pertama setelah kelahiran. Anjing dewasa memiliki kemungkinan yang kecil untuk dapat terinfeksi CDV karena kekebalan sudah terbangun, namun infeksi dapat tetap terjadi dan biasanya pada anjing usia 7-8 tahun. Masih tingginya kasus distemper pada anjing-anjing di seluruh dunia kemungkinan disebabkan oleh perlakuan vaksinasi yang tidak cukup atau tidak mengikuti prosedur yang direkomendasikan.

Penyebaran

Penularan dari virus ini dapat melalui udara, kontak langsung, dan dimungkinkan juga melalui kontak dengan benda-benda yang sudah terkontaminasi. Anak anjing dan anjing dewasa dapat terinfeksi virus distemper melalui paparan udara yang mengandung virus distemper dari hewan lain yang terinfeksi. Saat ini masih belum pasti adanya carrier dari virus ini. Virus bereplikasi di dalam feses dan urin dari individu yang terinfeksi dan pernah dibuktikan adanya penularan melalui plasenta dari induk ke anaknya. Kasus distemper menyebar sangat luas dan cepat dikarenakan distemper pada anjing dapat menginfeksi populasi anjing-anjing liar sehingga kontak antara anjing liar dan anjing peliharaan pun dapat memfasilitasi penyebaran virus ini.


Penularan Penyakit

Rute infeksi yang paling umum adalah melalui saluran pernafasan bagian atas karena menghirup udara yang sudah terkontaminasi virus distemper. Infeksi juga dapat terjadi dari menelan materi yang sudah terinfeksi virus. Jika jalan masuk virus melalui saluran pernafasan bagian atas, virus akan masuk dan menginfeksi kelenjar pertahanan sistem pernafasan dan disana akan terjadi replikasi virus. Virus kemudian memasuki aliran darah dan ditransportasikan ke sel-sel epitel di seluruh tubuh, termasuk  epitel pernapasan dan pencernaan. Dalam 3-6 hari setelah hewan terinfeksi virus distemper suhu badan akan meninggi dan virus mulai masuk ke dalam peredaran darah. Dalam minggu kedua dan ketiga setelah infeksi, anjing mulai membentuk zat kebal untuk merespon infeksi dan jika mampu mengatasi virus distemper anjing tersebut akan sembuh tanpa menunjukkan gejala klinis. Apabila anjing tidak mampu mengatasi virus tersebut maka anjing tersebut akan memperlihatkan penyakit baik dalam bentuk akut atau subakut. Derajat viremia dan kemampuan penyebaran virus dipengaruhi oleh tingkat kekebalan yang terdapat pada tubuh anjing.


Gejala Canine Distemper

Penyakit distemper sering dikatakan sebagai "Pembohong Besar" karena gejala yang muncul sering menyerupai gejala pada penyakit lain seperti radang tenggorokan atau radang usus. Penyakit distemper sering menyebabkan terjadinya imunosupresi (penurunan daya tahan tubuh) yang menyebabkan anjing rentan terserang infeksi sekunder oleh bakteri terutama Pneumonia. Ada beberapa tipe penyakit distemper pada anjing, yaitu tipe pernafasan, pencernaan, kulit, saraf maupun kombinasi dari beberapa tipe tersebut. Gejala umum pada kejadian penyakit ini adalah demam yang bersifat transien, biasanya terjadi pada 3-6 hari setelah infeksi. Kenaikan suhu terjdi pada hari 1-3, diikuti penurunan selama beberapa hari kemudian naik lagi selama 1 minggu atau lebih. Saat awal kejadian segera akan diikuti dengan Leukopenia dan Limfopenia. Selanjutnya terjadi Netrofilia selama beberapa minggu. Pada tipe pernafasan, adanya demam biasanya disertai gangguan pada saluran pernafasan berupa keluarnya leleran hidung yang bersifat encer maupun kental, leleran mata, dan batuk.
Distemper yang memiliki tipe kulit ialah terjadi Hiperkeratosis ( penebalan kulit ) dari telapak kaki (" Hardpad Disease ")dan Epitelium dari cuping hidung. Anjing yang terserang menunjukkan bau yang khas. Distemper yang memiliki tipe pencernaan memiliki gejala diantaranya muntah, diare dan hilangnya nafsu makan ( Anoreksia ). Gejala syaraf sering terlihat bersamaan dengan terjadinya Hiperkeratosis ( penebalan kuli t). Gangguan sistem saraf pusat yang muncul antara lain: kejang tak terkendali yang bersifat lokal dari otot atau grup otot seperti di bagian kaki atau otot wajah. Gejala syaraf lain yang terjadi ialah kekakuan leher, kelumpuhan serta kejang yang dicirikan dengan adanya salivasi (pengeluaran liur yang berlebihan ) dan gerakan mengunyah oleh rahang ( " Chewing-Gum Fits " ). Kejang akan menjadi lebih sering dan semakin parah, kemudian anjing dapat terjatuh pada salah satu sisinya. Pengeluaran urin dan feses yang berlebihan sering terjadi. Seekor anjing dapat menunjukkan beberapa atau semua dari gejala syaraf ini. Infeksi yang terjadi dapat bersifat ringan dan tidak tampak atau bahkan parah yang dimanifestasikan oleh sebagian besar gejala syaraf di atas. Kejadian penyakit yang bersifat sistemik dapat berlangsung selama 10 hari, namun onset dari gejala syaraf yang muncul dapat tertunda selama beberapa minggu atau bulan. Distemper merupakan penyakit yang fatal karena walaupun seekor anjing tidak mati, virus distemper akan menyebabkan kerusakan menetap pada sistem syaraf anjing. 
Diagnosa

Seorang dokter hewan dapat mendiagnosa kasus distemper berdasarkan gejala klinis yang tampak pada anjing dan hasil pemeriksaan laboratorium ( cek darah dan test kit distemper ). 

Pengobatan Penyakit Distemper

Tidak ada obat spesifik yang dapat digunakan untuk membunuh virus distemper yang sudah menginfeksi seekor anjing. Tindakan yang dapat dilakukan ialah untuk mencegah infeksi sekunder, mengendalikan muntah, diare dan gejala syaraf yang muncul, menangani kondis dehidrasi dengan memberikan cairan infus. Anjing yang terinfeksi distemper harus dijaga supaya tetap hangat, mendapatkan nutrisi yang cukup serta dipisahkan dari anjing-anjing lainnya.

Pencegahan

Bisa dengan cara Vaksinasi dan menghindari kontak dengan hewan terinfeksi distemper adalah satu-satunya cara untuk mencegah tertularnya seekor anjing terhadap virus ini. Vaksinasi sangat penting. Anak-anak anjing sangat rentan terinfeksi virus distemper, terutama jika kekebalan alami yang diperolehnya dari induk sudah menghilang sebelum anak anjing tersebut mampu membentuk kekebalan tubuhnya sendiri. Untuk melindungi anjing dewasa, pemilik hewan harus memberikan vaksin secara berkala sehingga anjing tersebut mempunyai titer antibodi yg cukup untuk melawan virus tersebut.

NB: Mungkin Hingga Sekarang Dokter Hewan Profesional Di Negara Manapun Masih Belum Menemukan Obat Yang Cocok Untuk Virus Mematikan Ini...
Tapi Apa Salahnya Bila Kita Mencoba Obat Yang Berasal Dari China Ini.. Pien Tze Huang...
Konon Banyak Yang Bilang Bahwa Obat Asal China Ini Ampuh Untuk Membunuh Virus Canine Distemper Yang Sungguh Fatal Apabila Sudah Menyerang Anjing Kesayangan Anda.
Kisaran Harga Dari Pien Tze Huang Bisa Dibilang Cukup Mahal.. Kurang Lebih Rp.700.000,00 Di Tahun 2013 Ini...
Setiap Tahunnya Harga Pien Tze Huang Biasanya Naik...
Namun Untuk Khasiat Dari Obat Ini Tidak Perlu Diragukan Lagi...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mengetahui Kesehatan Anjing Melalui Gusi


Bermacam macam masalah kesehatan pada anjing dapat dilihat gejala-gejalanya. Untuk melihat kondisi kesehatan salah satunya adalah dengan melakukan cek kesehatan anjing kesayangan anda melalui keadaan gusi nya. 

Gusi anjing saat dalam keadaan sehat adalah berwarna pink. Jika anda belum tahu pink yang seperti apa maka anda dapat melihat warna pink seperti foto diatas ketika anjing anda sedang dalam keadaan prima/sehat.

Saat anjing sedang sakit, pengaruh dari metabolisme dan juga aliran darahnya akan juga sedikit banyak terlihat melalui gusi-nya. Gusi yang berwarna pink pucat atau putih dapat mengindikasikan anjing anda mengalami anemia, infeksi organ dalam, kurang gula atau bahkan kegagalan jantung. Dan jika berwarna pink mendekati merah maka dapat mengindikasikan anjing anda dalam keadaan aktif, tekanan darah tinggi, terlalu panas, atau bahkan mengalami keracunan Carbon Monoxida.

Tekanlah gusi anjing kesayangan anda dan lihat bagaimana perubahan warnanya. Gusi yang sehat ditekan akan berwarna lebih cerah atau memutih lalu akan kembali ke warna awalnya. Perhatikan, apabila perubahan warna yang terjadi melebihi waktu kira-kira 1 detik tidak kembali seperti semula, maka anjing anda berkemungkinan sedang dalam keadaan yang kurang baik.

Cek kesehatan anjing melalui gusi ini hanyalah merupakan salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengetahui gejala-gejala permasalahan ataupun kondisi kesehatan pada anjing kesayangan anda. Pemeriksaan lebih lanjut dapat anda perhatikan juga dengan melihat kondisi retina mata,keadaan organ dalam dengan meraba,keadaan kotoran anjing,nafsu makan, dan sebagainya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cara Mengetahui Anjing Anda Sedang Sakit


Pemilik anjing biasanya akan melihat adanya perubahan mendadak atau sesuatu yang ganjil dalam perilaku anjingnya tetapi itu berguna untuk mengetahui gejala spesifik yang harus diperhatikan.
Berikut Tanda Bahwa Anjing Anda Sedang Sakit:
Jika anjing anda menunjukkan gejala minum berlebihan,tiba-tiba kehilangan nafsu makan, muntah,diare terus menerus atau kelesuan yang tidak biasa maka harus jelas cukup untuk meningkatkan perhatian Anda.
-Discharge dari mata atau mata meradang pola pernapasan dangkal atau cepat atau batuk persisten mungkin bisa merupakan tanda dari sesuatu yang serius.
-Biasanya ketika anjing sakit mereka akan menunjukkan suhu naik drastis dengan hidung panas kering. Jika anjing anda memiliki suhu tinggi atau bahkan suhu yang sangat rendah Anda harus mencari nasihat profesional dari dokter hewan anda.
-Apakah anda menyadari bahwa suhu anjing akan naik setelah aktivitas berat atau kegembiraan dan tidak akan karena itu menjadi indikasi yang dapat diandalkan untuk kesehatan.
-Jika Anda tidak yakin Anda dapat mengukur suhu anjing anda... anda bisa ukur dengan termometer yang cocok. Suhu anjing dalam kondisi normal adalah 38-39.1 Celcius atau 101-102.5 Fahrenheit. meskipun jika anjing anda adalah jenis berbulu lebat,suhu mereka bisa satu atau dua derajat lebih tinggi.
-Untuk mengambil suhu anjing anda.. bisa memilih waktu ketika anjing anda sedang tenang. Anda perlu memastikan anjing anda dipegang teguh untuk mencegah mereka menduduki termometernya. Lumuri termometer dengan pelumas vaselin atau baby oil dan masukkan ke dubur anjing Anda tentang pelan
-Jika anda merasa anjing anda sakit pastikan anda menjaga mereka secara meyakinkan sampai anda menbawa mereka ke dokter hewan. Anjing bisa menjadi sangat sensitif terhadap nada suara anda.. mereka akan sangat khawatir  dalam cara dan suara anda.
Memahami kebutuhan anjing anda dan mempertahankan pengawasan yang ketat untuk gejala kesehatan juga penyakit akan memastikan anda dapat mengambil tindakan cepat dan memastikan anjing anda dirawat lebih cepat daripada nanti.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Penyebab Anjing Buang Angin

Tidak seperti manusia, anjing bisa kentut dengan sebebasnya tanpa mencoba menahannya atau tanpa harus pindah ke area yang lebih aman tidak ada orang. Sebaliknya, sebagai pemilik yang memiliki anjing suka kentut tentu saja hal ini akan sangat mengganggu meskipun gas yang dikeluarkan tidangkali mengerikan dan kadang-kadang bisa membuababkan karena perut kembung.

Apa itu perut kembung?

 Perut kembung terjadi ketika gas menumpuk di saluran pencernaan dan usus anjing. Ini adalah proses normal yang terjadi saat bakteri memecah jenis makanan tertentu. Meskipun dapat menganggu dan kurang menggenakan, perut kembung jarang mengarah ke indikasi masalah kesehatan yang parah.

Apa penyebab perut kembung pada anjing?

 Penyebab utama perut kembung adalah makanan. Makanan berkualitas rendah dengan bahan-bahan yang tidak sepenuhnya dapat dicerna dapat menyebabkan gas. Begitu juga dengan makanan sisa meja makan dan makanan yang mengandung laktosa. Beberapa anjing juga mungkin mempunyai sensitifitas dan alergi terhadap makanan, jadi sangatlah penting untuk mengetahui apa yang bisa dan tidak bisa diterima oleh perut anjing anda.

 Perut kembung juga dapat terjadi saat anjing makan terburu-buru. Jika anjing anda makan terlalu cepat, dia mungkin akan menelan udara (aerophagia) yang pada akhirnya udara tersebut harus menemukan jalan keluar.

Anjing apa yang paling beresiko?

Semua anjing rentan terhadap perut kembung, terutama jika mereka diberi makanan berkualitas rendah yang mengandung filler (bahan makanan yang sedikit atau tidak mengandung nutrisi) dan pengawet buatan, sisa makanan meja makan, terlalu banyak snack atau makanan yang membuat mereka alergi.

Apakah perut kembung bisa menjadi gejala dari masalah kesehatan lain?

Perut kembung yang terus berlanjut bisa jadi adalah efek samping dari obat tertentu dan juga bisa jadi gejala dari masalah kesehatan lainnya.

Apa yang dapat saya lakukan untuk mengurangi perut kembung anjing saya?

 Memberikan makanan yang sehat dan konsisten adalah cara terbaik untuk mengurangi perut kembung anjing anda. Berikut adalah beberapa aturan untuk diikuti:

 -Memberi makan anjing anda dengan makanan bernutrisi yang mudah dicerna. Lakukan riset kecil untuk menemukan merek apa yang cocok untuk usia, jenis dan pola hidup anjing anda. Hati-hati untuk bahan makanan seperti ash, protein kualitas rendah dan produk jagung yang membuat anjing anda merasa kenyang, tetapi tidak kaya dengan nutrisi. Dan tanyakan kepada dokter hewan anda untuk saran tentang makanan yang baik bagi anjing anda

 -Jangan berikan sisa makanan meja makan sembarangan. Alergi atau sensitifitas terhadap makanan tertentu umum terjadi.

 -Jika anjing dewasa anda adalah pemakan cepat, anda sebaiknya membagi porsi dalam setengah porsi dan biarkan dia makan dua porsi kecil dalam sehari.
Kenali makanan apa yang membuat anjing anda alergi dan sensitif serta hindari makanan yang dapat dapat menganggu perutnya.

-Kedelai, kacang polong, kacang-kacangan, produk susu, makanan tinggi lemak dan makanan pedas umumnya terkait dengan perut kembung pada anjing.

-Beberapa anjing tidak cocok dengan laktosa, jadi sebaiknya hindari produk susu.

Anda akan tahu bahwa anda memberikan makanan yang sehat, mudah dicerna saat anjing anda tidak lagi buang angin dan mulai mengeluarkan feses yang baik bentuknya.

Apa saja petunjuk umum dalam memilih dog food yang sehat?

-Pilih merek dog food yang premium daripada generik atau ekonomi.
Kandungan Ash rendah atau tidak ada

-Daging (bukan daging buatan) harus menjadi pertama yang diperhatikan dalam daftar bahan kandungan dog food.

-Kandungan rendah atau tanpa bahan jagung, tepung jagung atau gandum dan filler yang dapat menimbulkan alergi

-Kandungan rendah atau tanpa bahan pengawet kimia

-Asam lemak omega, yang memiliki manfaat kesehatan besar, ada dalam kandungan dog food.

Kapan waktunya untuk dibawa ke dokter hewan?

Jika perut kembung anjing anda terus berlanjut meskipun anda sudah mengubah makanannya dan tidak memberinya makanan sesuatu diluar makanan rutinnya, maka periksakan ke dokter hewan. Anjing anda mungkin memiliki masalah kesehatan, iritasi saluran pencernaan atau sensitif terhadap makanan yang tidak anda sadari.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS